Mas kumambang

Dapuranmu mengerak kuning di dadaku
Cacing cacing tanah menggeliat kepanasan
Seperti ngising yang tak tertahan

Tapi jangan kawatir sayang.
Kendali dan akal harus tetap berjalan
Kemelekatan harus dimerdekaan
Tugasku adalah mencintaimu dan membuatmu mencintaiNya.

Iklan

DUA

Apakah kenyataan itu? Apa bedanya dengan nyata? apakah samakah diantara keduanya? Lalu pertanyaan mengenai apakah cinta itu bulat? Apakah cinta itu cepat atau lambat? Dan masih banyak lagi apakah apakah lain yang selalu bertengger di otakku ketika saya berada pada sejenak sepi dalam keramaian maupun dalam sepi itu sendiri .Kiwirok dengan ketidaktahuannya, Kiwirok dengan kerinduannya, Kiwirok dengan semangatnya.

  Lanjutkan membaca “DUA”

SATU

“Perjalananku bukan perjalananmu, Perjalananku adalah perjalananmu”. Inilah sebuah kalimat yang tertulis pada sebuah sampul buku yang menceritakan perjalanan akbar seorang anak bangsa bernama Agustinus Wibowo.

“Titik Nol” karya Agustinus Wibowo adalah sebuah novel yang sangat menyentuh dan berbau petualangan yang tidak akan bisa dibeli. Perjalannya menuju negara-negara “eksotis” sungguh membuat kakiku gatal ingin merasakan petualangan yang serupa. Lanjutkan membaca “SATU”

BATAS TAK TERBATAS

“Prok prok prok”, “selamat pagi bapak guruu”.

17 anak murid menyambut ku dengan gembira riang.
Hari ini Tuhan telah membangunkan ku sekali lagi, dari koma yang berkepanjangan. Dari ketidaksadaran yang membuatku buta bahkan mati atas kehadiran anak-anak luar biasa yang sedang membutuhkan uluran tangan. “Bacalah, bacalah dengan nama Tuhanmu yang maha Menciptakan”. Lanjutkan membaca “BATAS TAK TERBATAS”